Fungsi Bacaan Ruqyah bagi Praktisi

Habib Nagib: Masya Allah, ini sudah menjawab secara umum soal mediumisasi. Ada pertanyaan lanjutan yaitu :

1. Mengapa proses mediasi lebih mudah dibanding ruqyah secara langsung? Sehingga kemudian orang jadi lebih memilih mediumisasi dibandingkan ruqyah secara konvensional

2. Bagaimana kita meyakinkan bahwa yang masuk ke tubuh mediator adalah Jin yang dipindahkan ke tubuh pasien? Bukan Jin yang lain 

Afwan ๐Ÿ™๐Ÿฟ

Ust Alkatibiy: *Pertanyaan pertama,* mengapa proses mediumisasi lebih mudah disbanding secara langsung atau ruqyah ?

*Jawaban saya :*

Di buku panduan rquyah aswaja praktisi, saya jelaskan bahwa tekhnik mediumisasi ini dilakukan hanya pada kondisi dharurat saja dan keadaa-keadaan tertentu. Tidak disetiap proses ruqyah. Bahkan setiap seminar praktisi lanjutan hal ini selalu saya jelaskan.

Di KBRA tetap tekhnik meruqyah secara bacaan dan air lebih diutamakan sebelum tekhnik-tekhnik lainnya bahkan hal ini saya wajibkan kepada para alumni KBRA. Karena keberkahan dari meruqyah secara bacaan atau simaโ€™i sangatlah banyak di antaranya :

1. Dalam tubuh manusia terdiri dari  hampir 80 % unsur air. Dan terdapat jutaan bahkan milyaran molekulatau partikel di dalamnya. Pada saat kita meruqyah dengan bacaan-bacaan ayat-ayat al-Quran, dzikir, sholawat dan doa, maka getaran gelombang atau vibrasi dari bacaan-bacaan ruqyah tadi merubah susunan molekul air dalam tubuh menjadi berbentuk Kristal-kristal indah yang mengandung suatu power di dalamnya. Kekuatan-kekuatan ini beresuaian dari khasiat dan fugsi bacaan-bacaan ruqyah. Dalam bacaan-bacaan ruqyah, ada fungsi dan unsur syifa (pengobatan) seperti ayat syifa, sholawat tibbil qulu dll. Ada juga unsur kekuatan, pembentengan, pembakaran, perlawanan dsb. Sehingga power-power dalam Kristal itu mampu membakar dan memusnahkan toksin atau energy negative dalam tubuh kita, sehingga tubuh para praktisi ruqyah senantiasa Allah anugerahi kesehatan dan โ€˜afiat. Dan bahkan mampu mengalirkan semua itu ke tubuh orang lain terutama pasien.  

2. Bacaan-bacaan ruqyah mampu menjadi benteng yang sangat kuat bagi para praktisi, dikarenakan semua bacaannya terdiri dari ayat-ayat al-Quran yang merupakan benteng kokoh dari segala hal yang buruk dunia akherat.

3. Mendapat pahala membaca al-Quran ketika kita meruqyah orang lain dengan cara simaโ€™i tsb atau media air.  Dan manfaat-manfaat lainnyaโ€ฆ

Kenapa mediumisai lebih mudah ? begini, sebenarnya metode ruqyah sudah sangat cukup dari metode selainnya. Namun pada saat kasus-kasus tertentu, metode ruqyah tidak langsung efektif pada pasien, kadang dibutuhkan berkali-kali dan berulang-ulang proses peruqyahannya atau diperlukan tekhnik penekanan atau pemijatan di titik-titik tubuh tertentu. 

Supaya terjawab dengan puas insya Allah, saya akan berikan gambaran-gambaran berikut : 

Jin masuk ke tubuh manusia, melalui celah dan lubang dalam tubuh manusia yang lemah spiritual agama dan mentalnya. Manusia yang sudah memiliki portal gaib (lubang negative), maka akan sangat sensitive dan rentan dimasuki jin-jin lainnya. Maka menutup lubang-lubang negative itu adalah dengan cara penguatan spiritual agama dan juga mental dan psikisnya. Lubang negative atau portal gaib dalam tubuhnya bagaikan maghnet yang menarik energy negative lainnya masuk yang sifat dan unsurnya sama seperti sebelumnya yang sudah pernah masuk dalam tubuhnya itu. Bahkan bangsa jin akan lebih tahu orang-orang yang portal gaibnya terbuka sehingga memancing mereka untuk masuk. Karena memang suatu kebanggaan dikalangan jin jika sudah mampu masuk ke dalam tubuh manusia. 

Nah, pasien yang sudah sembuh dari gangguan gaib (jin atau sihir), maka sudah pasti meninggalkan pintu-pintu gaib tersebut. Maka hal ini sangat bisa sekali dimanfaatkan untuk suatu hal yang maslahat bagi pasien lain ataupun dirinya sendiri dengan dijadikan mediator. Ketika jin-jin dalam tubuh pasien yang baru kekeh dan tidak mau keluar atau susah keluar karena diikat bukhul, maka dengan cara mediumisasi snagatlah mudah ditarik dan dipindahka sementara. Karena beberapa hal yang saya jelaskan di atas. Namun sekali lagi, ada tekhnik, syarat dan ketentuan-ketentuannya untuk melakukan teknik mediumisasi ini, tidak sembarangan. 

*Pertanyaan kedua,* bagaimana kita yakin bahwa yang masuk ke tubuh mediator adalah jin yang dipindahkan dari tubuh pasien, bukan jin yang lainnya ?

Kami jawab, bahwa dalam tekhnik kami ada ketentuan dan metode-metode khusus dalam hal ini yang sudah teruji secara tajribiyyah yang mendalam. Sehingga kita yakin bahwa jin dalam tubuh mediator bersal dari pasien yang kita tarik jinnya. Jika tidak berpengalan yang mendalam ataupun memiliki tekhnik khusus, maka akibatnya adalah, ; terkadang yang berbicara adalah jin yang masih ada dalam tubuh mediator itu dan bukan dari pasien. Atau terkadang, memang jin pasien yang masuk, akan tetapi lebih dominan dipengaruhi pikiran si mediator itu sendiri sehingga 50% darijin itu dan 50% dari pikiran mediaor tsb. Atau terkadang jin lain yang masuk dan bukan jin dalam tubuh pasien. Dalam hal ini kami memiliki cara khusus dan metode efektif, yang tidak mungkin kami jelaskan di sini.

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*