Sang Bidadari Bercadar Yang sudah Mengetahui akan Meninggal tidak lama lagi?

Semoga Husnul Khatimah.

Tadi malam menyempatkan diri berjumpa alfaqir di villa Bumi Samami Bandung dengan sekuat tenaga menaiki tangga ke lantai atas, meskipun sempat berhenti sejenak di pertengahan, tetap kuat ingin melanjutkan berjumpa gurunya bersama suami dan putrinya yg paling kecil.

Di Bekasi pun beliau juga menyempatkan diri datang brsama suami dan team PW Jabar dan PC Bandung dan sempat mencium rambut Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 12 orang dari keluarganya, ipar dan saudara¬≤nya sudah diajaknya ikut pelatihan KBRA, bahkan beliau sudah daftar pelatihan tingkat Mahir nanti.

Mengikuti qabiltu dua kali secara online, dan yang keduanya ia mengatakan kpda seorang srikandi yg juga saudaranya, ” Kedua ini saya merasa nyaman sekali dan bahagia. Saya titip anak-anak saya ya..”

Jam 10 tadi malam beliau pamit ke saya dan membuka serbanya lalu membalut dan menutupi tangannya untuk mencium tangan saya, bgitu lama beliau mencium tangan sambil menangis, maka saya memegang kepalanya sambil mendoakannya untuk kebaikannya serta keluarganya dunia akherat. Menjelang subuh setelah pulang dari kantor PC, beliau dipanggil oleh Allah Ta’aala.

Pagi bersama istri, saya menjenguk jenazahnya sebelum dibawa ke Tasikmalaya. Kami bacakan surat² al Quran dan tahlil singkat diakhiri lantunan sholawat Rabithah. Telinga saya mendengar seorang putri kecil yang hafal dan lantang melantunkan sholawat Rabithah, yang ternyata adalah putri al marhumah. Suasana saat itu semakin membuat syahdu, haru dan sedih. Ia dan umminya sangat semangat dan selalu mendawamkan sholawat Rabithah setiap hari dan malamnya.

Ibnu Abdillah Al-Katibiy
Bandung, 30-03-2021

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*